Minggu, 17 Oktober 2010

Sebenarnya kita hidup buat apa sih? Apa tujuan hidup kita?
Pertanyaan ini mungkin bagi sebagian besar orang pernah terpikir hal yang sama,..
Ada sebuah ungkapan “Orang bodoh hidup untuk makan, namun orang bijak makan untuk hidup.”
Lantas apa tujuan hidup orang bijak?

Para Ahli fikir merumuskan masalah ini dengan 3 pertanyaan dasar
Darimana, kemana, dan mengapa?
Artinya, saya darimana, akan kemana, mengapa saya ada disini?

Some Quotes says


Everything has been figured out, except how to live. (Jean-Paul Sartre)
Semuanya dapat diketahui, kecuali bagaimana kita hidup.

In three words I can sum up everything I've learned about life: it goes on. (Robert Frost)
Dalam tiga kata aku bisa menjumlah semua yang aku pelajari tentang kehidupan: itu berlangsung.

Life is half spent before we know what it is. (George Herbert)
Hidup adalah setengah dibelanjakan sebelum kita tahu apa itu.


Masih bingung?
Aku juga,…
So,.dapat disimpulkan
Sebenarnya hidup kita masih misteri,..
Semua berjalan sebagaimana mestinya seperti yang tertulis pada cerita yang dinamakan takdir,..


Jika kita mau bicara jujur, sebenarnya tiap manusia mempunyai naluri keagamaan. Plutarch, seorang sejarawan asal Yunani menyatakan “Adalah mungkin bagi anda menjumpai kota-kota yang tidak memiliki istana, raja, kekayaan, etika dan tempat-tempat pertunjukan. Namun tidak seorangpun yang dapat menemukan sebuah kota yang tidak memiliki sesembahan atau kota yang tidak mengajarkan penyembahan kepada penduduknya”
Ungkapan ini menyatakan bahwa naluri keagamaan sesungguhnya adalah sesuatu yang bersumber dari fitrah manusia

Menurut Al-Quran, segala sesuatu yang ada di langit dan di Bumi, termasuk manusia hidup di dalam naungan hidayah yang terbentuk secara fitri, yang mengantarkan kepada Allah. Dari titik tolak inilah Islam berusaha menggiring pemahaman umat manusia untuk tidak menjadikan dunia ini sebagai persinggahan terakhir, namun sebagai starting point (titik awal) untuk menuju kehidupan selanjutnya yang abadi dan hakiki, AKHIRAT

Oleh karenanya Al-Quran memberi perhatian khusus dan serius pada masalah kehidupan akhirat melebihi masalah-masalah lainnya. Ayat-ayat yang berbicara tentang hari kebangkitan berjumlah lebih dari 1000. Itu membuktikan bahwa masalah  ini benar-benar diperhatikan.


Sudah menemukan tujuan hidup?

Apa yang dikerjakan saat ini sudah sesuai dengan tujuan hidup?


(terus terang,.pertanyaan ini juga untukku yang masih perlu perenungan untuk menemukan sebuah jawaban)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar